Tampilkan postingan dengan label Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2016

5 Perilaku Ibu Hamil yang Bikin Suami Ikutan Hamil

5 Perilaku ibu Hamil yang Bikin Suami Ikutan Hamil
Image from www.motherandbaby.co.id
Perubahan perilaku yang terjadi pada ibu hamil merupakan sebuah hal yang wajar. Jadi sebagai suami, Anda harus bisa memakluminya. 

Jangan sampai hanya karena perubahan perilaku tersebut malah membuat hubungan rumah tangga jadi tidak harmonis.

Perubahan perilaku ibu hamil umumnya dipengaruhi oleh perubahan siklus hormonal. Perubahan hormonal yang terjadi pada ibu hamil ini tidak jauh berbeda dengan perubahan hormon yang terjadi saat menstruasi atau haid. 

Berikut beberapa perubahan perilaku seorang istri yang sedang hamil.

1# Sangat Sensitif

Wanita yang hamil umumnya akan lebih sensitif daripada sebelum hamil. Sedikit-sedikit tersinggung lalu marah. Ini wajar terjadi dan sebagai seorang suami yang baik Anda harus menghadapinya dengan sabar dan tidak perlu membalasnya dengan kemarahan.

Hadapi saja dengan santai, karena perubahan ini akan hilang seiring lahirnya sang buah hati.

2# Mudah Cemburu

Sebagai suami, Anda harus bersiap menghadapi istri yang mudah cemburu saat hamil. Tak jarang, sifat cemburu istri terhadap suamipun muncul tanpa alasan.

Hal ini selain karena perubahan hormon, kemungkinan besar juga dipengaruhi kondisi psikis ibu hamil yang mulai tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya yang mulai gendut seiring kehamilannya yang menua. 

Tentu untuk menghadapi ini perlu kesabaran tingkat tinggi seorang suami. 

3# Minta Perhatian Lebih

Jangan kaget ketika istri Anda yang sedang hamil tiba-tiba menuntut perhatian lebih dari Anda. Bahkan terkadang istri menjadi lebih manja daripada sebelumnya. 

Suami harus bersiap untuk hal ini. Usahakan selalu menyempatkan waktu untuk menelpon dan menanyakan keadaan istri meskipun Anda sedang bekerja. 

Jangan sampai istri Anda merasa kurang diperhatikan dan dimanjakan oleh suaminya, karena jika ini terjadi bisa-bisa pertumbuhan janin akan terpengaruh.

4# Menjadi Malas atau Justru Sebaliknya

Wanita yang sedang hamil terkadang menjadi malas melakukan pekerjaan rumah tangga. Namun, hal ini tidak dialami oleh semua ibu hamil, karena ada juga ibu hamil yang justru menjadi lebih rajin dari sebelumnya. 

Ini semua tergantung dari kepribadian masing-masing. Jika sebelumnya istri Anda memang punya perilaku malas, maka saat hamil bisa jadi akan bertambah malas.

Begitu sebaliknya, jika istri Anda sudah terbiasa bekerja maka semasa hamilnya pun kemungkinan akan lebih rajin bekerja.

5# Minta yang Aneh-Aneh

Tak jarang istri yang sedang hamil suka meminta sesuatu yang terbilang aneh kepada suami. Misalnya, meminta mangga yang harus dipanjat sendiri oleh sang suami langsung kepohonnya. 

Padahal kan tidak ada bedanya mangga yang manjat sendiri di pohon sama beli langsung di toko. Inilah yang dikenal masyarakat kita sebagai "nyidam". 

Meskipun nyidam ini termasuk mitos ibu hamil, tetapi sebagai suami yang baik, selama mampu kenapa tidak diturutin kemauan sang istri. 

Nah, itulah kelima perubahan perilaku ibu hamil yang wajib suami tau. 

Semoga dengan membaca artikel ini para suami yang ada diluar sana menjadi lebih sabar dan dewasa dalam menyikapi perubahan perilaku istrinya selama masa kehamilan.

Selasa, 30 Agustus 2016

Berbagai Keluhan Ibu Hamil dan Solusi untuk Mengatasinya

Berbagai Keluhan Ibu Hamil dan Solusi untuk Mengatasinya
Image from jualproduktiens.com
Masa kehamilan merupakan masa yang penuh kenangan bagi setiap wanita. 

Selain menjadi masa-masa yang menyenangkan, ternyata kehamilan juga sering menimbulkan berbagai keluhan dari ibu hamil, mulai dari yang ringan hingga berat. 

Nah, di artikel kali ini akan kita bahas mengenai keluhan-keluhan tersebut beserta dengan solusi dan cara mengatasinya.

1# Mengatasi Rasa Mual

Morning sicknes atau mabuk kehamilan yang bercirikan rasa mual terutama waktu pagi adalah keluhan yang pasti dialami oleh semua wanita hamil. 

Biasanya, muntah dan mual ini sering terjadi di trimester pertama kehamilan. Penyebabnya adalah peningkatan hormon estrogen dan Hcg dalam tubuh.

Solusi untuk mengatasi rasa mual ini bisa dengan meminum jahe hangat saat bangun tidur. 

Selain itu, hindari makan dengan porsi yang banyak karena bisa memicu munculnya rasa mual, jadi makanlah dengan porsi sedikit tapi sering. 

Jangan lupa untuk memperbanyak makan buah segar.

2# Mengatasi Berat Badan yang Bertambah

Kenaikan berat badan ibu hamil normalnya adalah 10-15 kg dari berat badan normal. Jika kenaikan berat badan melebihi batas tersebut, maka ibu hamil wajib melakukan upaya pengurangan berat badan dengan cara tertentu yang dikhususkan bagi ibu hamil. 

Ingat jangan melakukan diet sembarangan saat hamil karena bisa membahayakan kondisi kandungan.

Solusi untuk mengatasi berat badan berlebih saat hamil adalah dengan mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran serta mencukupkan asupan air putih. 

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai makanan yang sebaiknya diperbanyak dikonsumsi dan apa makanan yang sebaiknya dikurangi.

3# Mengatasi Sakit Kepala, Anemia, dan Dehidrasi

Pada trimester pertama umumnya wanita hamil menjadi kurang nafsu makan. Akibatnya, sering kali telat makan atau bahkan tidak ada makanan yang masuk ke saluran pencernaan. 

Tentu hal ini akan berdampak buruk bagi si ibu. Salah satu dampak yang sering dialami adalah munculnya sakit kepala, kurang darah, hingga dehidrasi akibat kekurangan cairan tubuh. 

Bila tidak segera diatasi, hal ini akan berakibat fatal bagi janin yang dikandung.

Solusinya adalah dengan memperbanyak meminum air putih agar tubuh terhindar dari dehidrasi. Jikapun Anda tidak mau makan, Anda bisa menggantinya dengan sari kurma atau madu. 

Agar perut tidak kosong, sebaiknya Anda memakan cemilan yang kiranya sehat bagi Anda dan juga kandungan. Tanyakan kepada dokter, sebaiknya cemilan apa yang harus dikonsumsi dan cemilan apa yang harus dihindari.

4# Mengatasi Nyeri Punggung dan Kram Pada Kaki

Semakin bertambahnya usia kehamilan yang ditandai semakin besarnya kondisi perut, sering kali menimbulkan berbagai masalah. Salah satunya adalah timbul nyeri punggung dan juga seringnya kram pada kaki terutama daerah betis. 

Hal ini disebabkan oleh dua faktor, yang pertama karena bagian kaki dan punggung terlalu menopang berat tubuh yang kian bertambah, yang kedua karena tubuh kekurangan vitamin dan juga mineral.

Solusinya adalah dengan rutin melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki di pagi hari, istirahat yang cukup, dan mengkonsumsi suplemen tambahan berupa vitamin dan mineral. 

Kemudian saat Anda tidur, gunakan bantal untuk penyangga kaki agar posisi kaki lebih tinggi. Hindari juga pemakaian sepatu berhak tinggi.

5# Mengatasi Sesak Nafas dan Sulit Tidur

Semakin membesarnya perut akan membuat paru-paru semakin terdesak. Akibatnya, nafas semakin berat dan hal inilah yang menjadi penyebab banyak ibu hamil yang susah tidur. 

Untuk mengatasinya, Anda perlu menggunakan bantal yang agak tinggi sebagai penyangga kepala. 

Tidur dengan posisi miring juga akan membantu ibu hamil lebih nyaman serta membantu memperlancar peredaran darah. Atur kondisi tempat tidur agar udaranya sejuk dan tidak gerah agar Anda bisa tidur dengan nyenyak.

Itulah beberapa keluhan ibu hamil beserta solusi untuk mengatasinya. 

Jika Anda punya keluhan yang lain yang belum disebutkan, silahkan tulis di kolom komentar, biar nanti saya jadikan sebagai evaluasi dan perbaikan artikel ini agar semakin lengkap.

Kamis, 25 Agustus 2016

7 Nutrisi Ibu Hamil agar Bayi Lahir Sehat Tanpa Cacat

7 Nutrisi Ibu Hamil agar Bayi Lahir Sehat Tanpa Cacat
Image from merdeka.com
Makanan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan selama kehamilan. Makanan yang sehat dan bernutrisi tentu akan memaksimalkan tubuh kembang janin di dalam kandungan. 

Berbicara mengenai nutrisi penting bagi ibu hamil, sebenarnya banyak sekali nutrisi yang diperlukan oleh ibu hamil.  

Diantara sekian banyak nutrisi tersebut, saya merangkum tujuh nutrisi yang paling penting dan wajib dipenuhi oleh ibu hamil. 

1# Karbohidrat

Karbohidrat merupakan asupan nutrisi wajib setiap harinya. Semua orang membutuhkan karbohidrat, karena dari sinilah tubuh bisa bertenaga dan mempunyai energi untuk beraktifitas. 

Bagi ibu hamilpun, peranan karbohidrat juga sangat penting. Asupan karbohidrat yang cukup akan membantu memenuhi kebutuhan energi ibu hamil yang sangat ekstra. 

Beberapa sumber karbohidrat tinggi adalah nasi, gandum, umbi-umbian, dan masih banyak yang lainnya.

2# Protein

Protein punya peran penting dalam memproduksi sel-sel darah. Protein juga dikenal sebagai sumber zat pembangun yang tentunya sangat bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan janin Anda. 

Pada saat hamil, kebutuhan protein meningkat hampir dua kali lipat dibanding sebelum hamil, karena itu ibu hamil perlu asupan protein lebih banyak dibandingkan biasanya. 

Sumber protein tinggi bisa didapatkan dari daging, telur, ikan, kedelai, dan lain sebagainya.

3# Mineral

Mineral adalah zat anorganik yang dalam jumlah kecil berguna untuk kelangsungan metabolisme tubuh. Pada ibu hamil, mineral punya peran penting yaitu sebagai zat pengatur metabolisme dalam tubuh. 

Beberapa mineral yang dibutuhkan ibu hamil adalah besi (Fe), kalsium, fluor, dan magnesium. Beberapa mineral tersebut dapat diperoleh dari sayuran hijau, daging, susu, pisang, dan kacang-kacangan.

4# Asam Folat

Ini termasuk nutrisi paling penting bagi ibu hamil. Jika sampai ibu hamil kekurangan asam folat, risiko keguguran dan bayi lahir cacat akan semakin tinggi. 
Asam folat punya peran penting bagi kehamilan, salah satunya adalah menjaga perkembangan sistem syaraf dan sel darah. 

Untuk sumber asam folat, Anda bisa mendapatkannya dari sayuran berwarna hijau seperti bayam, kembang kol, dan brokoli. Sedangkan pada buah-buahan, asam folat banyak terdapat pada pisang, wortel, dan tomat.

5# Vitamin B Kompleks

Apa itu vitamin B kompleks?

Vitamin B kompleks adalah deretan vitamin B mulai dari vitamin B1 sampai vitamin B12, itulah yang disebut vitamin B kompleks. 

Kebutuhan vitamin B kompleks selama hamil akan meningkat, sehingga para ibu hamil harus menyiasatinya dengan lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B. 

Peran vitamin B kompleks adalah menjaga sistem syaraf, otot, dan jantung agar berfungsi normal. 

Pada ibu hamil vitamin B kompleks akan membantu memaksimalkan pembentukan syaraf, otak, dan jantung, sehingga janin terhindar dari kelainan fungsi organ tubuh. 

Vitamin B kompleks banyak dijumpai pada biji-bijian, susu, ragi, dan sayuran hijau.

6# Vitamin D

Selain vitamin B kompleks, ada jenis vitamin lain yang juga dibutuhkan oleh ibu hamil yaitu vitamin D. Vitamin D sangat erat kaitannya dengan kesehatan tulang. 

Pada ibu hamil vitamin D akan membantu memaksimalkan pertumbuhan tulang janin, termasuk menghindarkan janin dari kelainan tulang seperti rakitis (tulang melunak dan mudah patah) dan osteoporosis.

Sumber vitamin D banyak sekali kita temui, seperti pada sinar matahari pagi, kuning telur, susu, dan minyak ikan.

Sekedar tip untuk ibu hamil agar mendapatkan asupan vitamin D yang cukup dengan cara berjemur di bawah sinar matahari pagi. 

Berikut beberapa tipsnya :
  1. Sebaiknya berjemur di bawah sinar matahari sebelum jam 9 pagi.
  2. Anda bisa melakukannya sambil jalan-jalan pagi atau pada saat melakukan olahraga.
  3. Jangan lupa bawa bekal air minum agar tidak dehidrasi atau kekurangan cairan.
  4. Jangan memakai handbody atau tabir surya, biarkan kulitmu tanpa pelindung agar penyerapan vitamin D maksimal.
7# Kalsium

Kalsium penting peranannya bagi pertumbuhan dan pembentukan tulang serta gigi janin. Selain itu, jika asupan kalsium tercukupi, si ibu juga bisa terhindar dari bahaya osteoporosis atau penyakit tulang lainnya.

Sumber kalsium yang paling baik adalah susu. Selain susu, kalsium juga bisa didapat dari sayuran hijau dan kacang-kacangan.

Nah, itulah ketujuh nutrisi penting yang harus atau wajib dipenuhi oleh ibu hamil. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu Anda dan juga para ibu hamil lainnya agar bisa mendapatkan keturunan yang sehat dan cerdas.

10 Pantangan yang Sering Kali Dipercaya Ibu Hamil vs Fakta

10 Pantangan yang Sering Kali Dipercaya Ibu Hamil vs Fakta

Tulisan mengenai hal-hal yang dilarang untuk ibu hamil sudah banyak ditulis di luar sana, lalu buat apa kami mencoba menuliskannya lagi ?

Semua berawal dari mencoba membandingkan anggapan masyarakat, dengan informasi dari buku Kesehatan Ibu dan Anak yang dirilis pemerintah.


Ternyata berbeda!


Dari intenet dan “kata orang”, kita akan banyak menemukan pantangan ini dan itu, sedangkan di buku pegangan untuk ibu hamil di atas hanya tertulis:


  1. Hindari kerja berat
  2. Hindari terpapar rokok
  3. Hindari minuman soda, alkohol, jamu
  4. Hindari tidur terlentang >10 menit untuk hamil tua
  5. Hindari minum obat tanpa resep
  6. Hindari stress berlebih

Lalu bagaimana dengan hal lainnya seperti nanas, pepaya, kucing dan lainnya. Apakah mereka harus dihindari atau hanya mitos?


Kawan-kawan dari bukusakumama mencoba mencari tahu alasan medisnya untuk menjembatani anggapan masyarakat dan fakta kesehatan yang ada.

Inilah hasil yang didapat.

Anggapan #1: Kucing rumah harus dibuang


Iya benar, kucing adalah salah satu penyebab tokso. Tapi tidak selalu menjadi tersangka utama.

Tersangka lain yang harus lebih diwaspadai adalah konsumsi makanan yang tidak matang sempurna dan sayur atau buah yang tidak dicuci bersih.


Lagipula, tokso pada kucing hanya menular melalui feses. Cakaran, gigitan, bulu, dan lainnya tidak menularkan tokso.

Yang jarang orang ketahui:

Asalkan kucing Anda adalah kucing rumahan dan kotorannya selalu dibersihkan tiap hari, semakin kecil kemungkinan tokso akan menular ke Anda. Tokso butuh 1-5 hari setelah dikeluarkan dari tubuh kucing untuk dapat menjangkiti manusia.


Sebelum menjangkiti manusia, kucing harus terkena tokso terlebih dahulu. Nyatanya tidak semua kucing memiliki tokso. Apabila kucing rumah jarang makan makanan mentah dan jarang berburu tikus, lebih kecil lagi kemungkinan ia terkena tokso.


Kalau ingin aman, boleh lah keluar uang sedikit untuk mengecek apa kucing Anda mengidap tokso.


Anggapan #2: Setelah hamil, pupus sudah kesempatan travelling


Hal ini tidak sepenuhnya benar. Yang kami dapatkan:
Travelling boleh dan aman, asalkan mengikuti beberapa aturan.

Aturan yang pertama adalah pemilihan waktu. Coba hindari trimester pertama dan ketiga. Pilihlah trimester kedua. Di trimester pertama ibu hamil akan cepat lelah dan seringkali mual, sedangkan di trimester ketiga perut sudah sangat membesar. Hindari juga bepergian saat 1 bulan menjelang melahirkan.


Aturan kedua adalah selalu bawa obat, vitamin, izin terbang (kalau menggunakan pesawat), dan catatan medis.


Dan yang ketiga, stretching dan sering bergerak saat perjalanan jauh. Usahakan bergerak dari tempat duduk tiap 30-60 menit untuk mencegah menggumpalnya darah.


Anggapan #3: Kalau perjalanan panjang, jangan banyak gerak


“Jangan banyak gerak di perjalanan, biar lebih aman dan tidak cepat lelah”

Apa benar?


Saat mudik kemarin, di pemberhentian saya melihat banyak ibu hamil yang istirahat di samping saya. Saya lihat kaki mereka kebanyakan bengkak-bengkak. Hal ini dikarenakan terhambatnya peredaran darah di tubuh. Dikhawatirkan nantinya dapat menghambat darah ke kandungan (yang berarti berkurangnya nutrisi untuk si kecil).


Apa Anda pernah mengalaminya?


Cobalah untuk menaikkan posisi kaki (gunakan tas sebagai pijakan), stretching tiap 30-60 menit, atau berjalan-jalan di lorong saat di pesawat.


Anggapan #4: Ibu hamil jangan capai-capai, tidak perlulah olahraga


Anggapan ini sepertinya sudah kuno. Banyak ahli yang malah menganjurkan wanita yang dahulu jarang berolahraga, untuk mulai berolahraga ketika ia hamil.


Dapat mengurangi kemungkinan diabetes akibat kehamilan, menunjang berat badan hamil yang ideal, membantu cepat kurus setelah melahirkan, dan lainnya.


Ya tentunya jangan memilih olahraga yang bentuknya kompetisi dan yang penuh kontak, seperti basket dan sepakbola. Olahraga seperti yoga ibu hamil, senam, sepeda statis, dan lainnya bisa dipilih.


Anggapan #5: Kafein (hanya) ada di kopi

10 Pantangan yang Sering Kali Dipercaya Ibu Hamil vs Fakta

Kita semua tahu kafein ada di kopi, tapi jangan lupakan kafein juga ada di minuman berenergi, minuman soda, teh, dan makanan dan minuman lainnya yang menjanjikan “mata tetap terjaga” atau “energi lebih saat bekerja”.


Yuk, lebih sering cek nutrition facts tiap makanan dan minuman yang kita makan.


Anggapan #6: Nangka harus 100% dijauhi


Kami menemukan tidak ada hasil penelitian yang mengatakan buah ini dilarang.


Lalu kami coba tanya pengalaman ibu-ibu lainnya, beberapa orang makan nangka saat hamil. Umumnya mereka makan nangka dalam jumlah yang normal dan tidak terlalu banyak. Anak mereka terlahir sempurna.


Walaupun begitu, nangka bisa menyebabkan perut terasa ber-gas sehingga terasa tidak nyaman.


Kesimpulan yang kami dapat, nangka aman asalkan matang dan dimakan wajar (tidak terlalu banyak).


Anggapan #7: Jangan pernah makan nanas


Apakah nanas menyebabkan keguguran?


Iya, dengan catatan.


Kalau Anda pernah mengalami keguguran sebelumnya, buah nanas sebaiknya dihindari.


Walaupun begitu, buah nanas yang matang dan dimakan dalam jumlah yang sedikit dan jarang, tidak akan memberikan masalah yang berarti.


Penyebab buah nanas ditakuti adalah kandungan enzim bromelain-nya yang dianggap dapat melemahkan otot rahim dan mendorong keguguran.


Anda bisa mematikan enzim ini dengan memanaskannya minimal 800C selama 8 menit.


Anggapan #8: Tidak boleh makan pepaya


Ya, jauhi pepaya muda. Tapi mengapa harus menjauhi pepaya yang matang dan manis?


Pepaya muda masih mengandung banyak getah, tapi pepaya matang sudah jauh berkurang kandungan getahnya sehingga aman. Malah bergizi.


Anggapan #9: Durian, no, no, no!


Inilah yang mungkin paling seru.


Durian dianggap buah yang sangat terlarang bagi ibu hamil. 


Apa benar?


Setelah kami cari tahu, ternyata durian masih boleh dimakan dalam batas wajar. Misalnya beberapa biji durian dalam sekali sesi makan (beberapa biji, bukan buah).


Hanya saja, durian ini memiliki kandungan energi dan Indeks Glikemik yang tinggi. Yang artinya konsumsi durian dapat meningkatkan gula darah dengan cepat. 


Jadi kalau Anda memiliki riwayat diabetes atau memiliki diabetes akibat kehamilan, sebaiknya jangan dikonsumsi rutin dan jaga konsumsinya jangan terlalu banyak.

Ditakutkan anak yang terlahir nantinya memiliki kadar gula darah terlalu rendah akibat dari produksi insulin yang tinggi.


Anggapan #10: Asalkan dimasak, makanan aman (tanpa memastikan matang sempurna)


“Ibu hamil sebaiknya jangan makan makanan mentah”


Saran itu mudah dilakukan.


… dan jauhi yang setengah matang. Nah ini sedikit sulit.

Coba lihat lagi makanan yang kita makan. Makanan yang tidak matang sempurna masih berpotensi mengandung kuman atau bakteri yang dapat membahayakan.

Contoh beberapa makanan yang seringkali tidak matang sempurna adalah sate dan steak. 


Pastikan tidak ada bagian yang masih “mentah” untuk sate dan untuk steak pilih kematangan well done yang ditandakan dengan tidak adanya bagian merah darah di bagian tengah daging.

Lebih baik berjaga-jaga daripada ambil resiko.


Itulah 10 hal yang kami temukan. Apabila ada info lainnya yang Anda dapatkan atau berbeda dari yang kami dapatkan. Mari berdiskusi lewat kolom komentar di bawah.