Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2016

8 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil

8 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil

Ibu hamil bukan hanya butuh nutrisi yang lengkap selama kehamilan, tetapi juga harus waspada terhadap beberapa makanan yang dapat membahayakan janin dalam kandungan. 

Beberapa makanan di bawah ini sebaiknya dijauhi dan tidak dikonsumsi oleh hamil karena berpotensi menyebabkan infeksi bakteri yang mengancam keselamatan buah hati Anda.

8 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil
8 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil

1# Daging dan Seafood Mentah

Daging dan seafood mentah termasuk sushi (makanan mentah khas Jepang), sebaiknya tidak dimakan oleh ibu hamil. 

Daging yang belum dimasak ataupun sudah dimasak tetapi setengah matang sangat berisiko tinggi karena kemungkinan mengandung bakteri toksoplasmosis sangat tinggi. 

Bakteri tersebut sangat berbahaya bagi ibu hamil, karena bisa memicu kelahiran prematur hingga keguguran.

2# Telur Setengah Matang

Jangan coba-coba memakan telur setengah matang saat hamil, sebaiknya konsumsi saja telur yang benar-benar matang. 

Telur yang setengah matang masih memungkinkan mengandung bakteri salmonella. Bakteri ini juga sama berbahayanya seperti toksoplasmosis yang bisa menyebabkan kelahiran prematur. 

Selain telur, perhatikan juga makanan olahan telur mentah seperti es krim dan mayonise. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar lebih paham.

3# Sayuran yang Tidak Dicuci dengan Baik

Toksoplasmosis terdapat pada sayuran yang tidak dicuci dengan baik, oleh karena itu bersihkan sayuran Anda dengan baik jika ingin mengonsumsinya. 

4# Ikan dengan Kandungan Mercury Tinggi

Daging ikan-ikan besar seperti hiu, ikan todak, dan king mackerel umumnya mempunyai kandungan mercury cukup tinggi. 

Pada ibu hamil, mercury bisa menyebabkan kerusakan syaraf janin bila dikonsumsi dalam jumlah besar atau terlalu sering. Sebaiknya batasi konsumsi daging ikan-ikan besar seperti diatas.

Menurut lembaga pengawas obat dan makanan Amerika (FDA), daging ikan-ikan besar sebaiknya dikonsumsi ibu hamil tidak lebih dari 12 ons per minggu. 

Pembatasan ini juga termasuk olahan daging ikan seperti steak dan lain-lain. 

5# Daging Olahan Seperti Hot Dog

Perlu diingat bahwa hampir semua daging olahan berisiko terkontaminasi bakteri listeria, yang bisa memicu keguguran atau bayi meninggal saat lahir.

Sebaiknya Anda menghindari daging olahan yang tidak dimasak sendiri seperti hot dog. 

Jikapun Anda ingin mengonsumsi daging, Anda harus memasaknya sendiri agar bisa memastikan kematangan dan kebersihan masakan tersebut.

6# Minuman Beralkohol

Anda pasti sudah menyadari bahwa konsumsi alkohol selama kehamilan tidaklah baik bagi pertumbuhan janin. 

Alkohol yang dikonsumsi ibu hamil bisa mengganggu kesehatan janin seperti gangguan perkembangan otak, bayi prematur, keguguran hingga bayi meninggal saat dilahirkan. 

Ingat !

Jangan pernah sesekali mencoba meminum alkohol saat Anda sedang hamil.

7# Minuman Berkafein

Minuman berkafein seperti kopi dan teh masih diperbolehkan dikonsumsi ibu hamil, tetapi dalam jumlah terbatas.

Ini karena konsumsi kafein yang berlebihan bisa mengakibatkan penyerapan zat besi dalam tubuh terganggu sehingga otomatis janin tidak akan mendapat asupan zat besi secara optimal. 

Selain itu kafein juga dapat mempengaruhi berat badan rendah pada bayi. 

8# Keju yang Belum Dimurnikan

Keju yang tidak dimurnikan berisiko membawa bakteri listeria. Jenis bakteri ini dapat menembus plasenta dan kemudian menginfeksi janin. 

Infeksi yang terjadi sering kali menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, dan keracunan dalam darah. 

Jika Anda ingin mengonsumsi keju, sebaiknya pilih keju yang telah dimurnikan, biasanya ditandai dengan adanya label "telah dimurnikan" dalam kemasan.

Sebagai orang tua yang baik, sebaiknya Anda menghindari konsumsi makanan dan minuman diatas saat hamil. 

Ingat bahwa kelangsungan hidup janin Anda tergantung pada apa yang Anda makan. 
Makanan bisa saja menyehatkan, tetapi di lain sisi makanan juga bisa membunuh jika Anda tidak hati-hati.

Senin, 05 September 2016

9 Mitos Kehamilan yang Masih Dipercaya

9 Mitos Kehamilan yang Masih Dipercaya

Terkadang saya sendiri suka risih mendengar hal-hal aneh yang masih suka dipercaya. Salah satunya adalah hal-hal aneh tentang kehamilan.

Kehamilan yang hakikatnya merupakan masa menyenangkan terkadang malah membuat sebagian wanita menjadi bingung karena banyaknya anggapan yang menganjurkan atau melarang sesuatu hal untuk dilakukan ibu hamil.

Pada akhirnya hal-hal ini justru membuat wanita hamil menjadi tak karuan.

Daripada makin gak karuan...

Langsung saja dibawah ini saya rangkum 10 mitos seputar kehamilan yang masih saja dipercayai masyarakat :

1# Jangan Beritahu Ke Orang Lain Kalau Kehamilan Belum Mencapai 3 Bulan

Kan kehamilan itu berita gembira yang seharusnya segera diberitahukan kepada keluarga atau orang lain disekitar kita.

Kok malah dilarang...

Aneh kan ?

Entah darimana anggapan seperti ini muncul, yang jelas hal ini merupakan sebuah mitos yang seharusnya tak dipercaya. Kehamilan merupakan masa yang dinanti nantikan karena kehamilan merupakan bagian dari proses untuk mendapatkan keturunan.

Kalau masa yang dinantikan ini tiba dan kita justru merahasiakannya maka orang-orang disekitar kita tidak akan bisa memberi dukungan mental maupun ucapan kebahagiaan.

Sebenarnya apa penyebab mitos ini muncul.

Setelah saya utak atik berbagai sumber, akhirnya saya menyimpulkan bahwa kemungkinan yang menjadi penyebab dilarangnya memberitahu orang lain ketika kehamilan belum mencapai 3 bulan ialah karena pada rentang 3 bulan ini kemungkinan terjadinya keguguran masih sangat besar.

Ini merupakan sikap pesimis yang seharusnya tidak dipelihara. Dalam islam sendiri diajarkan bahwa kita diperintahkan untuk senantiasa mengabarkan berita gembira ke orang lain disekitar kita.

Sebagai masyarakat modern kita sebaiknya mulai berpikir logis dan hindari berpikir negatif. Jangan berpikir bahwa kemungkinan keguguran sangat tinggi pada umur kehamilan yang masih muda.

Sebaiknya berusahalah untuk membuat kehamilan sobat jauh dari keguguran yang tentunya dibarengi dengan usaha untuk mempeliharanya dengan baik.

2# Makanan Bisa Menentukan Warna Kulit Janin

Bagaimana mungkin makanan bisa menentukan warna kulit janin ? 

Bagaimana prosesnya hingga bisa begitu ? 

Adakah buktinya ?

Saya yakin pertanyaan diatas akan sulit dijawab bahkan oleh ahli kandungan sekalipun. 

Ada yang bilang kalau ibu hamil mengkonsumsi zat besi maka anak yang dilahirkan nanti kulitnya berwarna hitam. Padahal kenyataannya tak selalu begitu.

Warna kulit janin ditentukan oleh faktor genetik bukan faktor makanan yang dikonsumsi ibunya. Ras biasanya merupakan faktor yang berperan dalam menentukan warna kulit janin, lihat saja ras eropa yang warna kulitnya hampir semuanya adalah putih berbeda dengan ras afrika yang warna kulitnya kebanyakan gelap.

Perlu sobat ketahui juga bahwa zat besi itu sangat diperlukan oleh ibu hamil. 

Zat besi akan membantu meregenerasi sel darah dalam tubuh serta menghindarkan janin terkena risiko anemia. Selain itu zat besi juga merupakan satu dari sekian banyak nutrisi penting yang diperlukan ibu hamil.

3# Posisi Tidur Menentukan Metode Persalinan

Para orang tua memang sering menganjurkan wanita hamil untuk tidur dengan posisi tertentu selama kehamilannya. 

Hal ini bertujuan agar sang bayi kelak lahir dengan jenis kelamin tertentu atau supaya proses persalinannya berlangsung alami.

Perlu sobat tahu bahwa apapun posisi tidur sobat, selama itu nyaman dan tidak mengganggu janin maka sah-sah saja dilakukan. 

Yang jelas posisi tidur seperti apapun tidak akan bisa menentukan metode persalinan seseorang. 

Metode persalinan bukan dipengaruhi posisi tidur melainkan dipengaruhi oleh ada tidaknya gangguan pada kehamilan dan kondisi kesehatan ibu hamil itu sendiri.

Hanya saja ketika usia kandungan memasuki trimester akhir biasanya dokter menganjurkan tidur dengan posisi miring ke kiri. Hal ini bertujuan agar pembuluh darah utama tidak tertekan oleh janin yang sudah tumbuh besar. 

Sesederhana itulah alasannya.

4#. Makan yang Pedas Biar Bayi Cepat Lahir

Bagi yang percaya mitos yang satu ini maka sungguhlah mereka harus tau seperti apa struktur anatomi manusia. 
Jika dipikir logis mungkin orang awam menganggap bahwa makan pedas bisa menyebabkan mulas. Nah dengan mulas ini maka bayi yang dikandung akan cepat keluar.

Ini merupakan pikiran orang-orang zaman dulu yang belum tahu seperti apa itu struktur tubuh manusia secara detail dan mendalam.

Perlu diketahui bahwa saluran pencernaan dan saluran untuk melahirkan itu tidak saling berhubungan. Terlalu banyak makan pedas pasti akan membuat perut terasa mulas. Namun ini jelas bukan mulas yang muncul menjelang persalinan.

Mulas karena kepedasan hanya akan membuat sobat bolak balik ke WC untuk buang air besar. Sedangkan mulas saat akan melahirkan itu murni datang secara alami akibat adanya kontraksi atau memang sudah waktunya untuk keluar.

5# Mengangkat Tangan di Atas Kepala Bikin Janin Terlilit Tali Pusar

Kemungkinan janin terlilit tali pusar sama sekali tak berkaitan dengan gerakan tangan si ibu. Jadi tidak ada hubungan antara janin yang terlilit tali pusar dengan tangan ibu yang diangkat diatas kepala.

Janin dengan tali pusar panjang, lebih dari 1 meter berisiko lebih besar untuk terlilit tali pusar dibandingkan janin yang tali pusarnya hanya 32-80 cm. Selain itu keaktifan janin juga berpengaruh dalam hal ini.

9 Mitos Kehamilan yang Masih Dipercaya

6# Saat Hamil Harus Makan Dengan Porsi Untuk 2 Orang

Tidak juga kok...

Nutrisi ibu hamil memang dibagi 2, yang satu untuk ibu dan satunya untuk janin. Meski begitu ibu hamil juga tak perlu mensiasatinya dengan memaksa tubuh makan untuk porsi dua orang.

Untuk tetap sehat dan mampu memenuhi nutrisi janin, ibu hamil cukup memberi tambahan 300 kalori setiap harinya disamping kebutuhan nutrisi normal. 

Tambahan kalori ini bisa didapatkan dari aneka makanan bernutrisi seperti daging, buah, dan sayuran.

7# Jenis Kelamin Janin dapat Ditentukan dari Bentuk Perut Ibu

Ini merupakan anggapan salah tentang kehamilan.

Banyak yang beranggapan kalau bentuk perut ibu hamil mancung maka janin yang dikandung berarti laki-laki, begitu sebaliknya jika perut ibu melebar maka janin yang dikandung adalah perempuan.

Perlu sobat ketahui bahwa jenis kelamin janin hanya bisa dipastikan dengan pemeriksaan USG. Jadi jika hal diatas dipercayai kemudian benar terjadi maka itu hanya sebuah kebetulan. 

8# Nyidam Tak Diturutin Bikin Bayi Ngiler

Mitos bahwa ibu-ibu yang tak keturutan saat ngidam nanti bayinya akan ngiler.
Tapi tentu tidak tepat jika keinginan ngidam selalu dikaitkan dengan bayi. "Bayinya tak apa-apa kok, kecuali kalau memang ngidamnya karena kekurangan zat-zat tertentu dan zat-zat ini tak terpenuhi selama kehamilan, maka memang akan berdampak ke janinnya. Misal, janinnya mengalami malnutrisi " tutur ahli kandungan.
Jadi tak usah takut bayinya jadi ngiler ya ? 

9# Ibu Hamil Tidak Boleh Olahraga Perut Selama Kehamilan

Olahraga perut sangat baik bagi ibu hamil.

Banyak ahli mengatakan bahwa latihan perut dapat memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil. Salah satu ahli yang beranggapan seperti itu adalah Sue Fleming, seorang instruktur senam kehamilan terkenal. 

Begini nih kata Sue Fleming.
"Perut anda dan seluruh anggota tubuh anda harus diperkuat selama kehamilan, dan hal tersebut akan membantu bukan hanya selama kehamilan melainkan juga membantu ketika persalinan dan pasca persalinan".
Sekarang jelas bahwa anggapan yang melarang ibu hamil olahraga perut adalah salah besar. Karena yang benar justru ibu hamil dianjurkan untuk melakukan olahraga perut yang tentunya disesuaikan dengan intensitas dan kemampuan ibu hamil.

Itulah ke-9 mitos seputar kehamilan yang telah diulas secara mendalam. 

Sekarang masih percaya atau tidaknya sobat dengan mitos diatas itu terserah pribadi sobat masing-masing.

Yang jelas pembahasan diatas telah membuktikan bahwa anggapan-anggapan diatas merupakan suatu kesalahan yang seharusnya tak dipercaya.

Kiat agar Kehamilan Aman dan Sehat Bagi Wanita Gemuk

Kiat agar Kehamilan Aman dan Sehat Bagi Wanita Gemuk

Memiliki tubuh subur memang sedikit merepotkan, apalagi ketika sedang hamil. Bagi Anda yang bertubuh subur, tak perlu khawatir meskipun kegemukan semasa kehamilan perlu mendapat perhatian khusus. 

Jangan sampai karena kondisi badan, Anda menjadi khawatir berlebih hingga berakibat pada perkembangan janin Anda. 

Agar Anda bisa rileks dan tidak khawatir, berikut ini saya bagikan tip agar kehamilan aman dan sehat bagi wanita gemuk :

1# Jangan Diet

Yah, sebaiknya Anda tidak melakukan upaya diet saat sedang hamil. 

Jika merasa berat badan naik terlalu drastis, maka Anda bisa mengatasinya dengan cara membatasi asupan kalori ke dalam tubuh. 

Ingat !

Anda hanya perlu membatasi asupan kalori seperti karbohidrat dan gula. Jangan sampai Anda melakukan diet dengan membatasi berbagai sumber nutrisi penting bagi ibu hamil seperti protein, vitamin, mineral dan sebagainya.
Simak juga : Panduan diet OCD Deddy Corbuzier lengkap dengan ebook gratis
2# Kontrol Berat Badan

Pantau terus berat badan Anda saat sedang hamil. Lihat perkembangannya, apakah naik atau justru malah turun. Jika naik, catat berapa kenaikannya kemudian konsultasikan dengan dokter. 

Dokter biasanya akan memberitahu Anda jika berat badan Anda sudah naik terlalu drastis. Jika Anda rutin memantau dan menjaga berat badan, risiko mengalami masalah kehamilan akibat kegemukan akan semakin kecil.

3# Periksa Rutin

Ibu hamil pada dasarnya wajib melakukan pemeriksaan kandungan mereka. Pemeriksaan kandungan secara teratur akan membantu meminimalkan risiko bayi lahir prematur seperti terkena diabetes atau hipertensi. 

Pemeriksaan kehamilan biasanya meliputi tes gula darah dan juga pemeriksaan tekanan darah. 

Jika diketahui bahwa hasil tes menunjukan ibu hamil positif diabetes atau hipertensi, maka dokter akan segera melakukan tindakan medis untuk meminimalkan risiko bayi ikut terkena penyakit tersebut.

4# Pantau Berat Badan Janin

Bukan hanya berat badan ibu yang harus dikontrol dan dijaga agar tetap normal, tetapi berat badan janin juga harus dipantau dari waktu ke waktu, agar bisa diketahui sejauh mana perkembangan janin tersebut. 

Jika diketahui perkembangan berat badan janin sudah melewati batas normal, dokter akan segera melakukan tindakan medis berupa induksi dengan obat-obatan yang dimasukan ke dalam vagina, ini bertujuan agar bayi tidak berkembang lebih besar lagi hingga menjadi giant baby. 

Lewat cara ini banyak ibu yang bisa melahirkan bayinya dengan normal tanpa operasi.

5# Waspada Dampak Buruk Kegemukan

Kegemukan semasa kehamilan memiliki risiko yang tidak bisa dianggap remeh. Jika ibu tidak pandai mengelola risiko ini, bisa saja keselamatan janin dan sang ibu dipertaruhkan. 

Sebagai salah satu upaya meminimalkan risiko tersebut, ibu hamil harus waspada terhadap dampak buruk kegemukan yang ia alami terhadap janin yang dikandungnya. 

Berikut beberapa dampak buruk yang perlu diwaspadai :

Kiat agar Kehamilan Aman dan Sehat Bagi Wanita Gemuk

Kegemukan semasa hamil berisiko tinggi menyebabkan penyakit hipertensi

Kegemukan membuat beban kerja jantung menjadi semakin berat sementara itu tekanan pada pembuluh darah terus meninggi akibat kondisi tubuh yang obesitas. 

Satu-satunya jalan untuk mewaspadai hal ini adalah dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, seperti yang telah saya jelaskan diatas.

Kegemukan semasa hamil membuat ibu berisiko mengidap diabetes dan ini bisa menurun ke janin

Kemungkinan ibu hamil yang mengalami kegemukan untuk terkena diabetes sangatlah tinggi. 

Penyebabnya adalah hormon kehamilan (beta HCG) yang akan mengubah timbunan lemak dalam tubuh menjadi glukosa. Glukosa berlebih inilah yang meningkatkan risiko ibu mengalami diabetes.

6# Hindari Beberapa Makanan

Wanita gemuk cenderung menderita diabetes. Jadi, hindari beberapa makanan pemicu naiknya gula darah seperti makanan manis, makanan berlemak seperti gorengan, dan juga makanan yang tinggi kolesterol. 

Selain diabetes, wanita gemuk juga berisiko mengalami hipertensi atau darah tinggi, untuk itu hindari makanan dengan kadar garam tinggi agar tekanan darah tetap stabil selama kehamilan.

7# Persalinan Boleh Normal Tapi Sebaiknya Sesar

Jika ukuran panggul memungkinkan untuk melakukan persalinan normal, maka sah-sah saja Anda melakukan persalinan dengan normal. 

Tetapi perlu di ingat bahwa banyak sekali faktor yang akan mempengaruhi jalannya persalinan, seperti tekanan darah, kadar gula darah, kemampuan kontraksi, ukuran bayi, dan kondisi psikis ibu hamil. 

Jika salah satu faktor diatas tidak terpenuhi, sebaiknya Anda melakukan persalinan secara sesar melalui operasi. 

8# Waspadai Dampak Buruk Setelah Persalinan

Salah satu dampak buruk seusai persalinan yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko pendarahan. Ini terjadi karena proses pembekuan darah pada ibu hamil dengan berat badan berlebih tidak berfungsi optimal. 

Untuk mengatasi hal ini biasanya dokter akan melakukan tindakan medis berupa pencegahan dan pemulihan seperti dengan pemberian obat antibiotik dan juga transfusi darah.