Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2016

Vagina Gatal No Problem, Atasi dengan Tujuh Tips Ampuh

Vagina Gatal No Problem, Atasi dengan Tujuh Tips Ampuh
Image From Alodokter.com
Gatal pada area Miss V memang sangat mengganggu terlebih apabila rasa gatalnya berlangsung terus-menerus dan tak kunjung sembuh. 

Banyak dari wanita bahkan tidak mengetahui mengapa terjadi gatal pada vagina mereka.

Ketidaktahuan inilah yang sering kali menjadikan banyak wanita memilih jalan pintas dengan menggaruk bagian vagina yang gatal. Padahal justru hal ini akan menyebabkan infeksi vagina yang lebih parah.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan vagina menjadi gatal, berikut ini saya rangkum faktor-faktor tersebut :

1# Infeksi Jamur Vagina

Ini adalah salah satu faktor yang paling dominan pada beberapa kasus gatal pada vagina. faktor pemicunya adalah kurangnya menjaga kebersihan vagina. 

Gejala yang tampak berupa keputihan dan gatal-gatal pada area vagina, kadang timbul semacam jerawat atau bintik merah yang sangat gatal.

2# Iritasi Celana Dalam dan Pembalut

Memakai celana dalam yang ketat serta pembalut yang salah akan menyebabkan gatal pada vagina, hal ini dikarenakan kulit sekitar vagina yang sensitif dan lembab. 

Oleh karena itu sensitifitas serta kelembaban vagina harus selalu diperhatikan, dengan memakai celana dalam ketat tentunya akan sulit menyerap keringat dan sirkulasi udara akan terganggu, akibatnya vagina akan semakin lembab dan membuat banyak bakteri tumbuh. Bakteri inilah yang menyebabkan vagina gatal. 

Adapun beberapa produk pembalut yang mengandung zat kimia berupa klorin yang amat berbahaya, hal ini juga bisa menyebabkan gatal pada vagina bahkan lebih parah lagi yaitu berkembangnya kanker di area vagina.
Simak ya : Tips memilih pembalut menstruasi yang aman dan sehat

3# Kutu Kudis Kemaluan

Gatal di vagina bisa jadi disebabkan adanya kutu kudis yang ditularkan melalui hubungan seksual dari pasangan yang menderita penyakit kudisan.

4# Faktor Kejiwaan

Frustasi, membenci suami secara hormonal bisa memicu gatal pada vagina. Gatal karena faktor kejiwaan ini biasanya diatasi dengan pemberian konseling dari ahli.

5# Terjangkit PMS

PMS atau penyakit menular seksual yang sering mengakibatkan gatal pada vagina adalah Tricomoniasis. Infeksi Tricomoniasis biasanya bukan hanya menyebabkan gatal tetapi juga bau yang tidak sedap pada area vagina.

Nah, setelah anda mengetahui beberapa penyebab terjadinya gatal pada vagina, sekarang waktunya memberikan tips yang bisa membantu mencegah serta menghilangkan gatal-gatal pada vagina.

  1. Pilih pakaian dalam yang bahannya dingin serta menyerap keringat seperti katun, pastikan ukurannya pas, tidak terlalu ketat atau terlalu longgar.
  2. Pilih pembalut yang aman dan sehat.
  3. Jangan lupa pula untuk mengganti pembalut secara teratur.
  4. Gunakan sabun dan pembersih vagina yang lembut, dianjurkan untuk memakai sabun bayi untuk membersihkan area vagina.
  5. Jaga kebersihan vagina dengan menggunakan air bersih ketika cebok atau tisue yang steril.
  6. Hindari penggunaan semprot atau pengharum vagina serta jenis obat-obatan yang dapat mengiritasi permukaan kemaluan.
  7. Tahan diri anda, jangan menggaruk vagina ketika gatal, luka-luka kecil akibat garukan akan semakin memperparah kondisi.
  8. Hati-hati dalam mencukur rambut kemaluan, hindari mencukur rambut kemaluan hingga habis, sebab cara mencukur vagina yang salah juga bisa menyebabkan iritasi vagina.

Jika anda sudah terlanjur mengalami gatal vagina yang tak kunjung sembuh, sebaiknya gunakan ramuan tradisional berikut untuk menuntaskannya.

  1. Daun sirih 7 lembar
  2. kunyit 1 buah
  3. Asam jawa 5 buah
  4. Buah pinang 1/2 buah
  5. Air 3 gelas
  6. Gula aren secukupnya

Cara pembuatan :

Kupas kunyit dan iris tipis-tipis, kemudian kupas buah pinang menjadi 2 dan ambil daging dalamnya saja, lalu semua bahan dicampur menjadi satu dan direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum ketika masih hangat. 

Selain bisa menghilangkan gatal vagina, ramuan diatas juga bisa untuk penyakit keputihan. 

Namun jika gatal atau keputihan sudah sembuh setelah meminum ramuan diatas, harap dihentikan meminumnya sebab ramuan diatas bukan dianjurkan untuk pencegahan tetapi untuk pengobatan.

Selasa, 19 Juli 2016

Cara Memakai Pembalut Wanita yang Baik dan Benar

Cara Memakai Pembalut Wanita yang Baik dan Benar
Image from www.tribunnews.com
Sebagai generasi wanita yang cerdas, kita harus pintar memilih berbagai produk kesehatan wanita, salah satunya adalah produk pembalut. 

Produk atau merk pembalut yang aman dan sehat tentu memiliki berbagai kriteria, seperti yang telah saya uraikan di artikel sebelumnya yang berjudul tips memilih pembalut menstruasi yang sehat dan aman. 

Nah, kali ini saya tidak akan menjelaskan tentang hal tersebut, melainkan menjelaskan mengenai cara memakai pembalut wanita yang baik dan benar.

Meski kelihatannya sepele, namun bagi beberapa wanita terutama remaja, mereka masih awam dan belum tau cara memakai pembalut yang baik dan benar. 


Karena alasan itulah saya menulis artikel ini. Baik langsung saja, kita simak tutorial memakai pembalut yang baik dan benar, berikut ini:

Sebelum ke pembahasan utama, mari kita simak dulu beberapa tip memilih pembalut wanita yang sehat.



Tip Memilih Pembalut yang Sehat
Cara Memakai Pembalut Wanita yang Baik dan Benar
Image from www.bbc.com

Jenis pembalut

Kenali jenis dan macam pembalut agar kalian tau mana pembalut yang sesuai dengan kebutuhan dan mana yang tidak. 


Usahakan untuk memilih pembalut dengan ketebalan, daya serap, dan bentuk yang enak serta nyaman dipakai. Jangan hanya melihat pembalut dari bungkus luarnya saja, karena sekarang ini banyak merk pembalut berbahaya. 

Ingat, pembalut terdiri dari dua jenis yaitu pembalut bersayap dan tidak bersayap. Pembalut bersayap adalah pembalut yang memiliki bagian menyerupai sayap untuk dilekatkan pada celana dalam. Ini berfungsi agar pembalut tidak bergeser saat dipakai.

Hindari pembalut yang wangi


Pembalut yang wangi adalah salah satu ciri-ciri pembalut berbahaya. Karena itu sebaiknya hindari memilih pembalut yang beraroma wangi dan menusuk hidung. 


Pilih saja pembalut yang baunya normal dan juga bertekstur lembut agar tidak menimbulkan iritasi atau infeksi pada area vagina.

Pastikan belum Expire

Pembalut juga memiliki tanggal kadaluarsa. Jika Anda menemukan pembalut yang sudah lewat expire maka hindari dan jangan gunakan, karena pembalut seperti ini bisa menimbulkan iritasi dan infeksi kelamin.

Kemasan pembalut dalam kondisi baik

Jangan membeli pembalut dengan kemasan yang rusak atau cacat, seperti sobek, basah, atau kotor. Pilihlah pembalut dengan kemasan yang masih bagus. 


Hal ini untuk menghindari pembalut yang terkontaminasi dan sudah tidak steril lagi karena telah rusak dan terpapar udara.

Pilih pembalut dengan daya serap tinggi

Ini adalah salah satu hal utama yang harus diperhatikan tatkala Anda ingin membeli pembalut. Pilihlah pembalut dengan daya serap tinggi agar saat digunakan tidak bocor dan berceceran di celana. 


Untuk mengetahui daya serap pembalut, Anda bisa cek caranya di artikel sebelumnya yang berjudul tips memilih pembalut yang aman dan sehat.


Tips Memakai Pembalut yang Benar
Cara Memakai Pembalut Wanita yang Baik dan Benar
Image from Okezone.com
Cuci tangan sebelum dan sesudah memakai pembalut

Sebelum Anda memakai pembalut sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu dengan memakai sabun atau antiseptik. Ini untuk menghindari terjadinya iritasi pada area vagina, karena memang area kewanitaan adalah bagian paling sensitif wanita sehingga harus benar-benar dijaga kebersihannya.

Rutin mengganti pembalut

Untuk menjaga kebersihan, gantilah pembalut setiap 3-4 jam agar tidak timbul rasa gatal atau bau tak sedap. Jangan menunggu pembalut Anda penuh dengan cairan baru menggantinya. 


Kebiasaan seperti ini adalah kebiasaan tidak sehat yang harus Anda hindari. Jadi, meskipun pembalut Anda belum penuh dengan cairan, segeralah ganti jika sudah dipakai selama 3-4 jam.

Bersihkan daerah kewanitaan sebelum dan sesudah memakai pembalut


Baik sebelum maupun sesudah memakai pembalut, Anda harus segera membersihkan daerah kewanitaan Anda. Disarankan untuk membersihkannya dengan air mengalir, tidak perlu memakai sabun khusus. 


Pembersihan ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran yang masih menempel di kulit sekitar vagina.

Buang pembalut bekas dengan bijak

Jangan membuang pembalut langsung ke tong sampah. Sebelum membuangnya, Anda harus membungkus rapat pembalut bekas tersebut agar tidak dihinggapi lalat. Anda bisa membungkusnya dengan plastik atau tisu toilet kemudian baru membuangnya ke tempat sampah.



Cara Memakai Pembalut yang Benar

Sekarang kita sampai ke pembahasan utama yaitu cara memakai pembalut yang baik dan benar. Bagaimana caranya? langsung saja kita simak, berikut tutorialnya:
Keluarkan pembalut dari bungkusnya
Image from WikiHow.com
Keluarkan pembalut dari bungkusnya. Bungkusnya jangan langsung dibuang, tetapi simpan untuk nanti digunakan sebagai pembungkus pembalut yang sudah Anda kenakan.
buka sayap pembalut dan lepaskan perekat di bagian belakang pembalut
Image from WikiHow.com
Jika Anda memilih pembalut bersayap, maka buka sayap pembalut dan lepaskan perekat di bagian belakang pembalut. Lepaskan juga lapisan perekat pada sayap pembalut.
Pasang bagian pembalut yang berperekat pada celana dalam
Image from WikiHow.com
Pasang bagian pembalut yang berperekat pada celana dalam yang Anda kenakan. Jangan lupa untuk melekatkan sayap pembalut di bagian luar celana dalam (khusus yang memakai pembalut bersayap). Ini berfungsi agar pembalut tidak bergeser saat Anda melakukan aktifitas.
Kenakan celana dalam
Image from WikiHow.com
Kenakan celana dalam seperti biasa. Selesai deh. Mudah kan...

Minggu, 17 Juli 2016

Tips Memilih Pembalut Menstruasi yang Aman dan Sehat

Tips Memilih Pembalut Menstruasi yang Aman dan Sehat
Image from Merdeka.com

Baru-baru ini ditemukannya beberapa pembalut berbahaya di pasaran membuat para kaum hawa khawatir.

Kandungan zat klorin yang merupakan zat berbahaya dinilai telah melewati ambang batas dan bisa menimbulkan masalah kesehatan serius bila dipakai terus-menerus dalam jangka panjang.

Pada dasarnya sebuah produk pembalut wanita haruslah bersih dan tidak mengandung zat berbahaya, ini karena pembalut kontak langsung dengan area intim wanita yang seharusnya terjaga baik kebersihan maupun kesehatannya.

Diantara ciri-ciri pembalut yang baik adalah bersih dan tidak mengandung zat asing , tidak menimbulkan iritasi atau alergi, tidak berbau, netral dan juga lembut.

Daya serap sebuah pembalut yang ideal adalah 10 x lipat dari berat pembalut , jika itu tidak terpenuhi maka bisa dipastikan pembalut tersebut tidak memenuhi standar.

Sementara soal warna, pembalut haruslah putih dan tidak mengandung zat pewarna. Selain hal diatas, pembalut seharusnya juga diberi tanggal kadaluarsa. 

Masalahnya adalah hampir semua kriteria pembalut yang ideal ini tidak terpenuhi di indonesia, meskipun kita sama-sama tau banyak sekali merk pembalut di pasaran. 

Kenali Macam Pembalut Agar Terhindar dari Bahaya ?

Kurangnya wawasan kaum hawa soal pembalut memang sangatlah memprihatinkan. Kebanyakan dari mereka asal-asalan membeli pembalut tanpa tau jenis dan macamnya, lebih-lebih para remaja yang justru sering menyepelekan kualitas pembalut yang mereka beli. 

Para kaum wanita justru suka memilih pembalut yang menarik baik bentuk ataupun wadahnya, apalagi jika beli 2 gratis 1, mereka pasti tidak akan menolaknya.

Memilih kriteria pembalut yang mengacu pada kualitas kesehatan dan keamanannya haruslah dijadikan pedoman kaum wanita agar terhindar dari bahaya pemakaian pembalut.   

Apa Boleh Pembalut Berwarna Selain Putih ?

Untuk warna selain putih pada pembalut masih dibolehkan namun hanya sebagai penanda pembalutnya saja, tidak untuk bahan utama atau bagian yang kontak dengan daerah intim wanita. 

Pada hakikatnya memang pewarna pada pembalut tidak diperbolehkan, hanya saja masih ada oknum-oknum nakal yang malah menghias pembalut menjadi berwarna-warni. Ini berbahaya, jadi hindari jika menemukan pembalut wanita seperti ini. 

Apa Fungsi Zat Klorin Pada Pembalut ? 

Klorin atau dioksin merupakan zat yang umum dipakai dalam proses awal pemutihan pembalut.

Kenapa harus di putihkan ? 

Bahan pembalut terbuat dari olahan campuran kapas dan juga rayon, proses pencampuran ini menghasilkan bahan jadi yang berwarna jelek kecoklatan, sehingga diperlukan pemutih klorin untuk memutihkannya.

Setidaknya terdapat dua jenis proses pemutihan pada pembalut, yang pertama proses memakai klorin untuk memutihkan dan kedua proses yang bebas klorin untuk memutihkan. 

Proses yang bebas klorin untuk memutihkan ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu Elemental chlorine-free (memakai klorin tetapi dengan kadar rendah) dan kedua Totaly free chlorine bleaching (sama sekali tidak memakai klorin).

Di Amerika standar kandungan klorin pada pembalut yang dibolehkan adalah yang Elemental chlorine-free artinya masih mengandung klorin namun dalam kadar yang rendah sekitar 0,1-1 triliun dioksin klorin. 

Apakah standar di indonesia juga sama ?

Itulah yang belum bisa dijawab...

Karena sampai saat ini belum ada kepastian soal standar penggunaan klorin dalam pembalut di indonesia. Namun, nampaknya BPOM sudah punya kriteria tertentu dalam menilai pembalut mana yang aman dan mana yang berbahaya.

Nampaknya, tidak adanya ambang batas atau standar kandungan klorin pada pembalut inilah yang menyebabkan selisih pendapat antara YLKI (Yayasan lembaga keamanan konsumen indonesia) dengan pemerintah baru-baru ini. 
Simak : Cara memakai pembalut wanita yang benar dan aman

Tips Memilih Pembalut yang Aman ?
Tips Memilih Pembalut Menstruasi yang Aman dan Sehat
Image from infokuberita.com
1# Pilih Pembalut yang Cocok

Pilihlah pembalut yang cocok untuk anda. Cocok dalam arti ketika anda gunakan tidak menimbulkan gatal-gatal atau bahkan iritasi. Untuk mengetahui hal ini, anda bisa mencoba beberapa merk pembalut kemudian memilih mana yang pas dan cocok.

2# Pilih yang Lembut dan Daya Serap Tinggi

Tips kedua untuk memilih pembalut yang aman adalah dengan mengetahui kondisi fisik pembalut. Pilih pembalut yang berbahan lembut dengan daya serap tinggi. Semakin tinggi daya serapnya maka semakin bagus. 

3# Hindarilah Pembalut dengan Bahan Pewangi  

Anda pasti suka pembalut yang wangi. Tapi tahukah anda bahwa bahan pewangi ini sangat berbahaya bagi organ intim ? mungkin hanya sebagian dari anda yang tau.

Pewangi pada pembalut umumnya terbuat dari bahan kimia berbahaya, jadi dalam jangka panjang akan menimbulkan berbagai komplikasi dan infeksi. Misalnya infeksi jamur vagina hingga kencing nanah. 

4# Gunakan Sekali Pakai

Gunakan pembalut hanya satu kali pakai jangan mencuci lalu menggunakannya kembali . Pembalut yang digunakan berkali-kali akan berisiko mengakibatkan infeksi jamur ataupun bakteri. Hal ini sering kali menimbulkan gatal atau kemerahan pada area kewanitaan. 

5# Rutin Ganti Pembalut

Ganti pembalut tiap 2-3 jam sekali, atau sesuaikan dengan volume darah yang keluar. Ingat, anda tidak boleh malas mengganti pembalut. Jangan sampai menunggu pembalut penuh dengan darah haid, baru anda menggantinya. 

6# Utamakan Kualitas

Jangan utamakan yang murah, tapi utamakanlah yang berkualitas. Buat apa murah kalau tidak berkualitas. Lagian beda harganya juga nggak terlalu jauh, jadi jika anda membeli yang berkualitas itu tidak jadi masalah. 

Yang jadi masalah adalah ketika anda memilih membeli pembalut yang murah, terus terjadi iritasi atau gatal-gatal, dan anda malah menyalahkan merk pembalutnya. Padahal jelas anda sendiri yang memilih merk pembalut tersebut. 

Selain beberapa tips diatas, anda juga bisa melakukan beberapa tes untuk mengukur tingkat keamanan pembalut yang anda gunakan...
Simak : Cara alami menghilangkan jerawat dengan cepat plus ebook gratis

Tes daya serap pembalut

Masukan air sekitar 35 - 50 ml/cc pada permukaan pembalut. 

Diamkan beberapa saat, lalu tekan selembar tisu kering ke permukaan pembalut tersebut. Usahakan tekan agak kuat, seperti jika pembalut yang dipakai kita duduki.

Apa yang terjadi ?

Jika tisu basah, itu tandanya daya serap pembalut kurang memadai dan sebaiknya jangan pakai pembalut yang seperti itu.

Karena jika permukaan pembalut basah karena daya serap yang minim, maka kelembaban miss V akan terganggu, jika terjadi terus-menerus maka akan semakin banyak bakteri yang tumbuh di area intim kita.

Tes kualitas dan kandungan berbahaya pembalut  

Siapkan setengah gelas air putih, usahakan gunakan gelas kaca yang bening agar proses tes bisa terlihat. Siapkan juga batang pengaduk, bisa menggunakan sumpit atau batang sendok.

Sobek pembalut dan ambil bagian dalam pembalut yang berupa kapas atau bahan penyerap. Masukan kapas atau bahan penyerap yang sudah diambil sebagian saja ke dalam gelas yang berisi air.

Apa yang terjadi ?

Apakah kapas atau bahan penyerap hancur seperti kertas atau hanya airnya saja yang keruh. Jika hancur seperti kertas berarti bahan pembalut tersebut kurang berkualitas dan jika airnya keruh maka bahan pembalut tersebut mengandung bahan berbahaya seperti pewarna klorin.

Misteri Bahan Dasar Pembalut

Mungkin anda sama sekali tidak menyangka kalau bahan pembalut terbuat dari sampah kertas bekas.  

Yah, saya rasa anda kaget mendengarnya.

Kebanyakan pembalut memang terbuat dari hasil daur ulang sampah kertas. Sampah kertas yang awalnya berwarna coklat kemudian diberi zat pewarna agar warnanya menjadi putih bersih. Ini dinamakan proses bleaching.

Bagaimana membuktikannya ?

Mudah saja.

Coba lakukanlah pengujian sebagai berikut:
  1. Sobek produk pembalut, ambil bagian inti di dalamnya.
  2. Ambil segelasair putih. Usahakangunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
  3. Ambil sebagiandari lembaran intipembalut dan celupkan ke dalam gelas, aduk.
  4. Lihat perubahan warna air.
  5. Apakah produk tersebut utuh atauhancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang berkualitas buruk dan banyak mengandung bahan pemutih.
  6. Anda akan menemukan gulungan kertas dan bukan kapas.
  7. Bahan pemutih tersebut mengandung dioksin yang  seringmenyebabkan bagian intim organ kewanitaan  selalumengalami banyak masalah, seperti keputihan,  gatal-gatal, iritasi, juga pemicu terjadinya kanker serviks.

Nah, pengujian tersebut akan membuktikan sebuah pembalut mengandung bahan pemutih atau tidak. Jika anda menemukan gulungan kertas dan bukan kapas, berarti memang bahan pembalut tersebut terbuat dari kertas bekas.

Mudah bukan membedakan pembalut yang aman dan yang berbahaya . Oke, sekian artikel kali ini mengenai tips memilih pembalut yang aman dan juga sehat. Jangan lupa di share dan like ya...

Sabtu, 09 Juli 2016

Benjolan Seperti Jerawat di Bibir Vagina, Tanda Apa ?

Benjolan Seperti Jerawat di Bibir Vagina, Tanda Apa ?
Image from wisata.detakriaunews.com

Munculnya benjolan mirip jerawat di bibir vagina merupakan gangguan kewanitaan yang harus segera diatasi. Organ intim wanita memang bagian yang sangat sensitif, oleh karena itu kebersihan dan kesehatannya harus benar-benar diperhatikan.

Sebenarnya apa sih penyebabnya ? apa mungkin benjolan tersebut tanda dari suatu penyakit atau hanya gangguan kesehatan biasa.

Tenang sist, mari kita bongkar hingga tuntas masalah ini.

Benjolan di bibir vagina bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari alergi makanan, gejala penyakit seperti tumor dan kista, infeksi bakteri, hingga masalah kebersihan organ intim.

Anda jangan mikir macem-macem dulu...

Sebaiknya diteliti  apa penyebabnya, misalnya apa anda merasa kurang menjaga kebersihan organ intim, atau mungkin infeksi dari benda yang kontak langsung dengan organ intim seperti pembalut dan celana dalam.

Semuanya diteliti...

Apakah sebelumnya anda memakai sabun tertentu sehingga muncul benjolan tersebut.

Nah, jika anda sudah bisa mengira-ngira apa penyebabnya, nanti dokter akan lebih mudah dalam mendiagnosa dan memberikan penanganan yang tepat.

Selanjutnya....

Cermati baik-baik kondisi fisik benjolan yang muncul, apakah benjolan ini timbul berulang, disertai demam, disertai gatal, berisi nanah, darah, atau cairan bening, timbul dalam lokasi yang sama, dapat sembuh sendiri, atau hilang saat diberikan obat tertentu.

Nantinya hal diatas akan sangat membantu dalam proses diagnosa, jadi jangan sampai tidak diperhatikan.

Oke sist, di bawah ini ada beberapa kemungkinan penyebab munculnya benjolan di bibir vagina.

Jerawat Vagina

Lho, ternyata ada ya jerawat vagina...

Tentu saja ada. Jerawat vagina ini sering sekali dialami kaum wanita, umumnya para remaja yang pertumbuhan hormonnya masih belum stabil. Adapun perbedaan dari jerawat wajah adalah penyebab munculnya, jika jerawat di wajah disebabkan oleh kelenjar minyak, lain halnya dengan jerawat vagina yang disebabkan oleh kelenjar keringat (apokrin).

Jerawat jenis ini tidak jauh berbeda dengan jenis jerawat pada umumnya. Cirinya kemerahan dan sering kali terasa sakit saat ditekan. Solusi untuk mengatasinya adalah dengan menjaga kebersihan organ intim, jangan lupa untuk sering ganti pembalut dan juga hindari memakai celana ketat terlalu sering.

Simak : Cara lengkap mengatasi jerawat dengan cepat dan alami plus ebook free

Kutil Kelamin

Kemungkinan kedua adalah kutil kelamin. Ini termasuk penyakit menular seksual yang paling sering dialami wanita. Gejalanya adalah benjolan kecil mirip jerawat di bagian luar atau dalam vagina. Bintik kecil ini sering kali disertai rasa gatal yang luar biasa. Jika anda merasakan gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar segera diberi penanganan.

Adapun cara untuk mencegah kutil kelamin adalah dengan vaksin HPV, memakai kondom saat berhubungan intim, dan menjaga kebersihan organ vital.

Kista

Ini adalah kemungkinan yang paling mengerikan. Ya, kista adalah penyakit yang cukup berbahaya. Namun, jika benjolan yang mirip jerawat tersebut berada di luar bibir vagina maka kecil kemungkinan bahwa itu adalah kista. Tapi jika benjolannya ada di dalam atau dibibir vagina maka anda patut waspada. 

Simak : Tips lengkap memilih pembalut wanita yang sehat dan aman

Nah, itulah beberapa kemungkinan penyebab munculnya benjolan mirip jerawat di bibir vagina. Sebaiknya segera periksakan ke dokter jika benjolan tersebut tidak kunjung hilang, apalagi jika disertai nanah atau keluarnya cairan.

Yang jelas, mulai sekarang anda harus lebih rajin menjaga kebersihan organ intim. Hindari pembalut berbahaya dan jauhi seks bebas.