Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Agustus 2016

Pengalaman PKL di Kimia Farma 40 Parujakan Cirebon

Pengalaman PKL di Kimia Farma 40 Parujakan Cirebon
Image from Dok. pribadi
Kurikulum sekolah menganjurkan murid SMK untuk melaksanakan Prakerin (praktek kejuruan industri) atau sering dikenal dengan PKL (praktek kerja lapangan).

Nama Saya Jatmiko Pebriansah, murid Farmasi di salah satu sekolah swasta di Cirebon, namanya SMK Manbaul'Ulum. Waktu itu saya duduk di kelas XI Farmasi, dan pada semester 2 kami harus melaksanakan PKL sebagai syarat kelulusan nanti.

Seperti sebelumnya...

Tiap murid farmasi melakukan PKL di instansi Farmasi seperti Apotek, Puskesmas, ataupun Industri Farmasi. Apotek Kimia Farma 40 adalah pilihan saya untuk melakukan PKL,bersama ke 3 teman saya yang bernama Khusnul, Ade, dan Livia, kami pun bersiap untuk kerja lapangan di Apotek.

Hari pertama kami berempat datang ke apotek sekitar jam 7 pagi, keadaan di sana ternyata sudah cukup ramai, karena memang di Apotek Kimia Farma 40 akan dilakukan penyerahan murid sekolah ke pihak apotek.

Kimia Farma 40 merupakan apotek kimia farma pusat di cirebon, karena itulah semua murid yang kebagian PKL di Kimia Farma harus berkumpul terlebih dahulu di Kimia Farma 40, untuk bersama-sama mendengarkan arahan dari pihak Kimia Farma.

Setelah kegiatan arahan selesai, semua murid langsung pergi ke apotek Kimia Farma masing-masing, dan saya bersama ketiga teman saya langsung mulai kegiatan di Kimia Farma 40.

Awalnya kami bingung harus melakukan apa.

Namun lambat laun kami mulai memahami dan tau apa saja kegiatan yang bisa kami lakukan di apotek tersebut. Banyak kegiatan yang saya lakukan rutin tiap hari saat PKL, dan ini bisa menjadi patokan bagi anda yang akan atau sedang melakukan PKL di apotek.

Bersih-bersih Apotek jika masuk sift pagi

Meskipun tidak disuruh, tiap pagi kami selalu berinisiatif untuk membersihkan Apotek seperti menyapu dan merapihkan obat.

Mengerjakan resep dokter

Setiap ada pasien yang membeli obat dengan resep, hal yang harus kita lakukan adalah melayaninya. Kami rutin membantu mengerjakan resep, meskipun kadang hanya menulis etiket atau mengambilkan obat yang ada di resep.

Mengantar atau mengambil obat

Terkadang saat stok obat di Kimia Farma 40 kosong dan ada pasien yang ingin membeli obat itu, maka kami tak jarang disuruh untuk mengambilkannya ke Apotek Kimia Farma lain. Selain itu tak jarang pula kami menjadi driver obat (pengantar obat) ke klinik atau rumah sakit.

Menerima, memeriksa, dan menyimpan obat dari PBF

Hampir setiap hari selalu ada distributor obat yang datang ke apotek untuk mengantarkan pesanan obat. Disini kita harus menerima obat tersebut kemudian memeriksanya apakah sesuai faktur, lalu menyimpannya ke tempat masing-masing obat.

Membantu melayani Pasien


Jika teman-teman bingung apa yang harus dilakukan saat PKL, maka melayani pasien adalah pilihannya. Ketika tak ada resep, maka kami selalu membantu melayani pasien di kasir atau di ruang depan. 

Memberi wadah obat yang dibeli pasien dengan plastik yang telah disediakan juga merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan. Karena terkadang banyak juga pasien yang meminta informasi obat seperti cara pemakaian, dosis, dll.

Itu saja beberapa kegiatan yang rutin saya lakukan ketika PKL, ada baiknya jika teman-teman bertanya terlebih dahulu sebelum melakukan suatu hal di tempat PKl dan pastikan tetap bersifat baik, ramah, serta sopan kepada para pegawai di apotek tempat PKL.

Hindari hal yang kiranya akan memunculkan imej buruk pada kita, dan jangan terlalu banyak diam, usahakan jika sedang tak ada yang bisa dikerjakan, bertanya tentang suatu hal mengenai kefarmasian atau PKL kepada para karyawan apotek itu jauh lebih baik.

Sabtu, 16 Juli 2016

Saya Sembuh dari DBD Setelah Satu Minggu Terkapar di Rumah Sakit

Pengalaman Saya Sembuh dari DBD Setelah Satu Minggu Terkapar di Rumah Sakit
Image from Merdeka.com
Akhirnya kali ini bisa kembali lagi sharing artikel mengenai pengalaman pribadi. Sebelumnya saya juga sudah menulis pengalaman menyenangkan yang saya alami yang tertuang dalam artikel berjudul "Pengalaman PKL di Apotek Kimia Farma 40".

Nah, berbeda dengan sebelumnya, kali ini yang akan saya bagikan adalah pengalaman pahit yang pernah saya alami dan masih terkenang hingga sekarang yaitu pengalaman saya yang akhirnya sembuh dari penyakit demam berdarah dengue setelah satu minggu rawat inap di rumah sakit.

Satu minggu dirawat di rumah sakit merupakan waktu yang sangat lama bagi saya, lebih lagi dalam kondisi tubuh yang lemas dan terus berbaring setiap waktu. Benar-benar pengalaman yang tidak menyenangkan.

Kejadian ini bermula ketika saya berumur 11 tahun, kalau tidak salah waktu itu masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar . Sebelum saya dilarikan ke rumah sakit, saya sudah mengalami sakit selama kurang lebih 3 hari. Awalnya hanya berupa demam yang naik turun, disertai dengan diare dan mual muntah.

Namun, di hari ketiga saya sakit , mulailah nampak gejala-gejala yang mengindikasikan bahwa saya terkena demam berdarah. Gejala yang muncul adalah adanya bercak merah di sekitar paha dan tangan. Nah, dari sinilah nenek saya langsung khawatir, dan langsung melarikan saya kerumah sakit terdekat.

Yang dikhawatirkan pun akhirnya menjadi kenyataan, setelah dokter bilang bahwa saya positif terkena demam berdarah. Disitulah kadang saya merasa sedih, hehe ...

Hari-hari saya dirumah sakit, saya lewati dengan sangat berat. DBD atau demam berdarah dengue yang saya alami membuat keluarga saya tak henti-hentinya khawatir dan berharap saya segera sembuh.

3 Hari dirawat inap dirumah sakit ternyata kondisi saya malah semakin memburuk. Komplikasi yang saya alami semakin beragam seperti sesak nafas, mimisan, dan juga sakit perut yang tidak tertahankan.

Lalu apa yang membuat saya akhirnya bisa sembuh dari DBD?

Pengalaman Saya Sembuh dari DBD Setelah Satu Minggu Terkapar di Rumah Sakit
Image from Dokumen Pribadi
Ada beberapa hal yang saya pikir menjadi penyebab sembuhnya saya dari demam berdarah. Beberapa hal ini mungkin bisa sobat jadikan tips agar bisa sembuh dari penyakit DBD...

Meminum Jus Buah Jambu Merah

Ini adalah kunci kesembuhan saya dari DBD. Setiap hari selama saya sakit, saya selalu meminum jus jambu merah. Bahkan, terkadang dalam satu hari menghabiskan lebih dari 1 botol besar jus jambu merah.

Ternyata eh ternyata jus jambu merah ini memiliki kandungan zat yang mampu melawan infeksi DBD dalam tubuh. Itulah kenapa, para pakar kesehatan menganjurkan penderita DBD untuk rajin meminum jus jambu merah.

Simak : 7 Tips membuat jus buah dan sayuran yang enak dan sehat

Istirahat Total

Penderita demam berdarah, haruslah istirahat total untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Istirahat yang cukup akan membantu mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan pasca sakit. Lihat saja pada kasus yang saya alami, dimana saya harus berbaring selama 7 hari di rumah sakit, hingga pada akhirnya saya sembuh.

Makanlah Makanan yang Mudah Dicerna

Jangan memaksakan diri untuk makan makanan berat ketika sobat sedang menderita DBD. Kondisi tubuh yang sedang down, perlu asupan makanan yang bergizi dan mudah untuk dicerna. Makanan yang mudah dicerna tentunya akan meringankan kerja sistem pencernaan kita.

Saya sendiri sempat meminta makanan yang pedas ketika saya di rumah sakit, namun dokter melarangnya. Hampir setiap hari saya selalu makan makanan rumah sakit yang rasanya hambar itu. Sobat pasti tau kan rasa makanan di rumah sakit itu seperti apa...

Sugesti Diri untuk Bisa Sembuh


Dalam kondisi sakit, saya selalu berusaha untuk tetap optimis dan berfikir positif bahwa nanti saya akan sembuh. Pemikiran seperti ini secara tidak langsung akan memberikan sugesti bagi tubuh kita, dan manfaatnya benar-benar menakjubkan.

Ingatlah bahwa kesembuhan datang dari kepercayaan. Jika sobat meminum obat semanjur apapun, tetapi sobat tidak percaya bahwa obat itu bisa menyembuhkan, maka sobat tidak akan pernah sembuh.

Hal ini telah dibuktikan dalam dunia medis dan kesehatan, dalam hal obat metode sugesti diri dan kepercayaan ini disebut sebagai Plasebo.

Doa Orang di Sekitar Sobat

Doa merupakan sesuatu yang sangat penting. Terkadang doa menjadi sebuah mukjizat dikala kita sudah putus asa atau hampir tidak ada harapan untuk sembuh. Karena itu, mintalah doa orang di sekitar sobat dikala sobat sedang sakit, utamanya doa dari keluarga khususnya orang tua.

Itulah beberapa hal yang saya anggap membantu kesembuhan saya dari penyakit demam berdarah dengue. Semoga pengalaman pribadi saya ini bisa membantu banyak orang diluar sana.

Di akhir artikel ini saya ingin meminta tolong pada para pembaca untuk me-like dan share artikel ini.